Sabtu, 28 Januari 2012

Inilah Fakta Seputar Keberadaan G-Spot


G-spot banyak diperdebatkan oleh semua orang tentang keberadaan dan lokasinya sehingga menjadi kontroversi. Pasalnya, titik rangsang itu menjadi misterius. Benarkah?

Seperti diketahui, dongeng G-spot pertama kali ditulis oleh Dr Grafenverg pada 1950. Sebelum itu disinggung juga G-Spot dalam beberapa teks di India termasuk di Kamasutra.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam The Journal of Sexual Medicine memeriksa lebih dari 100 laporan ilmiah, uji klinis dan ulasan kasus terkait G-spot yang sudah dipublikasikan selama 60 tahun terakhir.

Pada dasarnya di setiap wanita letak G-spot tidaklah sama, walaupun letaknya berbeda G-spot biasanya terletak di tengah antara tulang pinggul dan serviks, sekitar 4,5 cm ke dalam vagina.

Tetapi beberapa para peneliti mengatakan bahwa wanita merasakan sensitifnya lebih banyak sepanjang dinding vagina bagian atas dan tidak hanya pada satu titik saja.

Banyak wanita merasa ingin mengeluarkan air seni ketika titik pertama kali dirangsang, namun ketika rangsangan dilanjutkan rasanya sangat nikmat dan kemudian mencapai orgasme dengan diiringi keluarnya cairan.

Orgasme yang dihasilkan oleh titik G-spot menimbulkan efek yang luar biasa di bandingkan dengan orgasme hasil stimulasi pada klitoris.

Untuk itu, agar mencapai orgasme G-spot sangatlah perlu bekerjasama dengan pasangan anda dan melakukan beberapa eksperimen. Karena dengan adanya eksperimen seorang wanita dapat menemukan jenis rangsangannya yang cocok.

Untuk mencapai G-spot tersebut haruslah dilakukan tekanan dengan penis, bukan dengan sodokan. Karena G-spot biasanya perlu tekanan yang kuat dan dilakukan di tempat yang sama.

Caranya dengan merabanya dahulu kemudian mulai bereksplorasi. Untuk letak titik G-spot tidaklah selalu sama untuk setiap wanita.

Meskipun tidak semua ahli seks berbendapat bahwa G-spot terdapat di dalam tubuh wanita, umumnya banyak orang percaya bahwa G-spot ada dan bisa menjadi unsur kenikmatan yang utama.

sumber: Inilah.com

Nah, begini caranya turunkan kolesterol anda!

Semua kolesterol yang diperlukan oleh tubuh diproduksi oleh hati. Namun, jika berlebihan dapat membahayakan kesehatan jantung.

Gaya hidup tampaknya semakin berperan penting dalam menopang kesehatan seseorang dalam jangka panjang. Maraknya makanan cepat saji, penerapan pola makan yang salah, sangat berpengaruh pada kondisi kesehatan terutama kadar kolestrol dalam darah.

Kelebihan kolesterol yang terdapat di dalam darah datang dari makanan yang mengandung kolesterol yang kita konsumsi, misalnya (hati, otak, limpa), kuning telur, krim dan mentega .

Di negara yang makmur, rata-rata tingkat kolesterol dalam darah melebihi 200 mg per dl, sementara tingkat yang ideal adalah kurang atau maksimal 200 mg per dl .

Semakin tinggi kadar kolesterol (hypercholesterolemia), peluang timbulnya penyakit jantung koroner (coronary heart disease) yang disebabkan timbunan plak pada pembuluh darah, akan semakin besar.

Menurut World Heart Federation, baik pria maupun wanita memiliki resiko yang sama terhadap resiko penyakit jantung dan stroke.

“Sebab itu, sangatlah penting untuk mencegah timbulnya kolesterol tinggi di dalam darah, yang dapat ditempuh dengan banyak cara seperti pengaturan pola makan sehat serta dibantu konsumsi penurun kolesterol yang aman bagi tubuh,” kata DR. dr. Anwar Santoso, SpJP(K), FIHA, FAsCC.

Saat ini dengan kemajuan ilmu pengetahuan, banyak penelitian telah dilakukan untuk membantu menurunkan kadar kolesterol melalui bahan-bahan alami.

Prof. Helena Gylling, MD, PhD, seorang peneliti senior dari University of Kuopio, Finland, melakukan serangkaian penelitian terhadap khasiat Plant Stanol Ester (PSE).

PSE merupakan golongan tumbuhan (phytosterol) yang terdapat dalam sejumlah tanaman, diantaranya kedelai, sayuran, jagung dan gandum. Struktur PSE yang menyerupai kolesterol akan membantu mengikat garam empedu pada saluran pencernaan, sehingga menghambat penyerapan kolesterol dari makanan.

“Dari penelitian yang telah saya lakukan, terbukti secara klinis adanya penurunan kadar kolesterol total hingga 8%, kolesterol LDL (Jahat) hingga 11% setelah mengkonsumsi PSE selama 1-2 minggu,” ujar Prof. Helena.

Sementara itu, Di negara-negara maju saat ini, selama 30 tahun PSE telah sangat dianjurkan sebagai bagian integral dari diet dan gaya hidup untuk menurunkan kolesterol (US National Cholesterol Education Program, 2002).

Kelebihan Plant Stanol Ester tidak hanya sampai di situ. Kandungan di dalamnya dapat mengaktifkan transporter protein pada dinding usus, sehingga kolesterol yang terserap dinding usus dapat dikeluarkan melalui feses.

Berdasarkan European Journal of Clinical Nutrition, Januari 2009, Plant Stanol Ester (PSE) merupakan satu dari 10 penemuan terbaik di bidang nutrisi dalam 30 tahun terakhir dan telah dikonsumsi di lebih dari 30 negara.

Di negara maju (Amerika dan Eropa), konsumsi PSE dianjurkan sebagai bagian integral dari diet dan gaya hidup untuk menurunkan kolesterol (US National Cholesterol Education Program, 2002).

Kalbe Nutritionals yang selalu peduli terhadap gaya hidup, bergerak dalam bidang nutrisi dan memiliki visi untuk membantu menjaga kesehatan masyarakat Indonesia (We Provide Wellness to Millions) dengan menyediakan nutrisi untuk setiap tahap kehidupan manusia.

Kalbe menawarkan produk susu pertama yang mengandung bahan-bahan herbal yang secara klinis terbukti mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

“Produk Nutrive Benecol adalah minuman susu dengan sari buah (smothie) dari Kalbe Nutritionals yang mengandung Plant Stanol Ester (PSE) untuk menurunkan dan menjaga kadar kolesterol. Nutrive Benecol merupakan hasil pengembangan teknologi antara Kalbe Nutritionals dengan Raisio Benecol dari Finlandia,” tegas Diny Elvirani, Head of Business Unit Nutrition for Special Needs, Kalbe Nutritionals.

Tersedia dalam dua varian rasa yaitu blackcurrant dan strawberry, produk Nutrive Benecol dapat dikonsumsi terutama oleh mereka yang ingin menurunkan maupun menjaga kadar kolesterol.

Nutrive Benecol merupakan inovasi baru yang dikemas dalam on-the-go drink smoothies (susu rasa buah), sehingga mudah, efisien dan praktis dalam menurunkan kolesterol serta menjaga kesehatan.

“Agar tingkat kolesterol terjaga, sebaiknya juga berolahraga secara teratur dan memperhatikan pola makan. Dengan memelihara pola hidup yang sehat, kita akan mampu mengendalikan tekanan darah sekaligus kadar kolesterol,” kata dr. Widjaja Lukito, PhD, SpGK.

Sumber: Inilah.com